"Excel & Enjel"

Hai, namaku Enjel. Aku seorang pelajar yang duduk di kelas 8 SMP. Aku memiliki banyak teman di sekolah, salah satunya seorang teman laki-laki bernama Excel. Excel orangnya friendly, tetapi walaupun begitu dia tetap ramah dan asyik diajak berteman. Excel juga tidak pilih-pilih teman, ia mau bermain dengan siapa saja.

Suatu hari, aku sedang menghadapi masalah. Aku ingin menceritakan masalah itu, tetapi bingung harus cerita kepada siapa. Aku sempat berpikir untuk bercerita kepada teman perempuanku, tetapi aku takut jika nanti kami bertengkar, masalahku akan disebarkan. Aku semakin bingung karena tidak tahu harus bercerita kepada siapa.

Lalu aku teringat pada Excel. Aku berpikir, "Kalau aku cerita ke Excel sepertinya tidak apa-apa deh." Akhirnya, aku memutuskan untuk menemui Excel. Saat bertemu dengannya, aku duduk lalu mulai menceritakan masalah yang sedang kuhadapi. Excel mendengarkan dengan baik dan kemudian memberikan saran agar masalahku bisa terselesaikan.

Lama-kelamaan, karena sering bersama, aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Aku sadar kalau aku mulai menyukai Excel. Namun aku tidak berani mengungkapkan perasaan itu, karena takut merusak persahabatan kami. Aku hanya bisa menceritakannya kepada kakakku. Kakakku menasihati agar aku menahan perasaan itu dan tetap menjaga persahabatan, karena kalau aku mengungkapkannya bisa saja hubungan kami menjadi canggung dan berjarak.

Ternyata tanpa aku sadari, Excel juga memiliki perasaan yang sama kepadaku. Namun, ia pun merasakan hal yang sama: takut jika perasaan itu diungkapkan, persahabatan kami akan hancur. Karena itu, Excel memilih untuk tetap menjaga hubungan persahabatan ini, walaupun sebenarnya sulit baginya menahan perasaan suka yang ia miliki.

Akhirnya, aku dan Excel sama-sama sepakat untuk tetap berteman baik, menjaga hubungan persahabatan ini dengan tulus, dan terus saling mendukung dalam pendidikan serta kehidupan sehari-hari.

Postingan populer dari blog ini

Taman sekolah

"Dari Kesepian Menuju Persahabatan"

"pelangi setelah ujian"